Wali Kota New York City, Zohran, kembali berselisih secara terbuka dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menjelang kedatangan Netanyahu ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mamdani menyebut Netanyahu sebagai arsitek genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, sementara Netanyahu sebelumnya menuduh Mamdani memicu kebencian dan kerusuhan terhadap warga Yahudi di New York.
Mamdani membantah tuduhan tersebut dan mengatakan klaim Netanyahu mengenai dirinya tidak benar. Pertukaran pernyataan itu menambah ketegangan politik terkait perang Gaza di tengah berlangsungnya pertemuan para pemimpin dunia di New York.
Perselisihan tersebut berkaitan dengan sikap Mamdani terhadap surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu. Dalam wawancara dengan CNN, Mamdani kembali mengatakan bahwa surat perintah tersebut seharusnya dihormati, meskipun ia mengakui bahwa pemerintah kota New York tidak memiliki kewenangan hukum untuk mengeksekusinya.
Mamdani sebelumnya telah meminta pemerintah federal Amerika Serikat mengambil tindakan terhadap Netanyahu, sementara Presiden Donald Trump menyatakan Netanyahu tidak akan ditangkap selama berada di Amerika Serikat. Posisi Mamdani mengenai kewenangan hukum pemerintah kota tersebut juga telah dilaporkan sebelumnya oleh Associated Press.
Pemerintah Amerika Serikat sendiri bukan negara pihak pada Statuta Roma yang menjadi dasar pembentukan ICC dan selama pemerintahan Trump mengambil langkah-langkah yang menentang kewenangan lembaga tersebut. Reuters melaporkan pada September 2026 bahwa pemerintahan Trump sedang mempersiapkan kemungkinan sanksi terhadap ICC, termasuk sebagai bagian dari tekanan terhadap lembaga tersebut terkait penyelidikan dan surat perintah terhadap para pemimpin Israel.
Di sisi lain, Netanyahu telah mengatakan bahwa ia akan menggunakan pidatonya di PBB untuk membela tindakan militer Israel dan menanggapi kritik terhadap pemerintahannya. Ia juga menuduh Mamdani mendukung Hamas dan menghasut kerusuhan antisemitik, tuduhan yang dibantah oleh wali kota New York tersebut.
Konfrontasi Mamdani dan Netanyahu berlangsung ketika Sidang Majelis Umum PBB ke-81 mempertemukan para pemimpin dunia di New York untuk membahas berbagai konflik dan persoalan internasional. Mamdani telah menyatakan bahwa Netanyahu tidak diterima di New York, tetapi pada saat yang sama mengakui keterbatasan kewenangan pemerintah kota dalam menindak surat perintah ICC.
Netanyahu dijadwalkan menggunakan forum PBB untuk menyampaikan posisi Israel mengenai perang Gaza dan menghadapi kritik internasional terhadap kebijakan militernya. Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana forum diplomatik PBB juga menjadi latar bagi perdebatan politik domestik Amerika Serikat dan perselisihan mengenai konflik Israel-Palestina.
Alexander Jason – Redaksi

