Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, mengecam tindakan pemerintah Israel di Gaza dalam pidatonya pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Rabu (23/9/2026). Sánchez mengatakan Spanyol selama delapan tahun terakhir menentang perang agresi di berbagai wilayah, termasuk Ukraina, Lebanon, dan Iran.
Ia menyebut pemerintahannya telah mengambil sejumlah langkah, termasuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, memberlakukan embargo senjata terhadap pemerintah Israel, serta melarang penggunaan wilayah Spanyol untuk tindakan yang dinilainya bertentangan dengan hukum internasional.
Dalam pidatonya, Sánchez juga menuduh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terus melakukan genosida di Gaza, sebuah tuduhan yang menjadi bagian dari perdebatan internasional mengenai konflik tersebut.
Sánchez juga mengatakan Spanyol menolak meningkatkan anggaran militernya hingga lima persen dari produk domestik bruto (PDB), target yang didorong Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bagi negara-negara anggota NATO. Sebaliknya, ia mengatakan Spanyol telah menggandakan investasi dalam kerja sama pembangunan dan meningkatkan kontribusinya terhadap sistem multilateral sebesar 60 persen.
Menurut Sánchez, langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintahannya yang tetap berpegang pada prinsip-prinsip internasional yang dinyatakan Spanyol. Pidato tersebut menempatkan isu Gaza, multilateralisme, dan penghormatan terhadap Piagam PBB sebagai bagian utama dari posisi luar negeri Madrid.
Sikap Sánchez terhadap konflik Israel-Palestina telah terlihat sejak pemerintah Spanyol secara resmi mengakui Negara Palestina pada Mei 2024. Pemerintah Spanyol menjelaskan bahwa pengakuan tersebut dimaksudkan untuk mendukung tercapainya solusi dua negara, dengan Israel dan Palestina hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan.
Madrid juga menyatakan bahwa keputusan tersebut tidak ditujukan untuk mendukung Hamas dan tetap menegaskan penolakannya terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Kebijakan tersebut kemudian menjadi bagian dari pendekatan Spanyol yang lebih luas dalam mendorong solusi dua negara dan keterlibatan multilateral dalam konflik tersebut.
Pidato Sánchez berlangsung ketika perang Gaza dan konflik Timur Tengah menjadi salah satu isu utama dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Pemerintah Israel menolak tuduhan genosida dan menyatakan operasi militernya ditujukan terhadap Hamas, sementara angka korban dari Gaza yang dikutip berbagai laporan berasal dari otoritas kesehatan setempat dan mencakup warga sipil serta kombatan.
Sánchez, sementara itu, kembali menggunakan forum PBB untuk menyampaikan posisi Spanyol mengenai Gaza, hukum internasional, dan solusi dua negara. Pernyataannya menegaskan bahwa kebijakan Madrid terhadap konflik Israel-Palestina tetap menjadi bagian penting dari agenda diplomatik Spanyol di tengah meningkatnya perdebatan internasional mengenai perang Gaza.
Alexander Jason – Redaksi

