National

Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Dua Bandara di Maluku Utara dan NTT Ditutup

Sebaran abu vulkanik dari Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, dan Gunung Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengganggu operasional penerbangan di wilayah sekitar.

AirNav Indonesia menerbitkan pemberitahuan penerbangan atau NOTAM terkait penutupan sementara dua bandara yang terdampak abu vulkanik, yakni Bandara Pitu di Morotai dan Bandara Wunopito di Lewoleba.

Bandara Pitu ditutup mulai Sabtu (26/9/2026) pukul 11.23 WIT hingga diperkirakan Minggu (27/9/2026) pukul 09.30 WIT. Penutupan dilakukan setelah bandara tersebut ditetapkan terdampak abu vulkanik dari aktivitas Gunung Dukono.

Kondisi itu membuat operasional penerbangan sipil di Bandara Pitu dihentikan selama periode penutupan yang tercantum dalam NOTAM C1257/26 NOTAMN.

Sementara itu, Bandara Wunopito di Lewoleba juga ditutup akibat abu vulkanik Gunung Lewotolok. Penutupan berlaku mulai Sabtu (26/9) pukul 06.43 WITA hingga diperkirakan Minggu (27/9) pukul 07.00 WITA.

Untuk Bandara Wunopito, AirNav memperbarui informasi melalui NOTAM C1255/26 NOTAMR C1246/26. Pembaruan tersebut memuat kondisi operasional terbaru terkait dampak abu vulkanik Gunung Lewotolok terhadap penerbangan di wilayah Lembata.

AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi penerbangan di kedua wilayah. Informasi operasional akan diperbarui mengikuti aktivitas vulkanik serta kondisi penerbangan di masing-masing bandara.

Pengguna jasa penerbangan diimbau mengecek informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi penumpang yang memiliki penerbangan dari atau menuju Bandara Pitu dan Bandara Wunopito.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...