Sebanyak delapan personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur berhasil memadamkan kebakaran rumah dinas Lurah Cawang di Jalan Jengki, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 12.10 WIB dan bangunan seluas sekitar 80 meter persegi diketahui dalam kondisi kosong saat kebakaran berlangsung.
Dua unit mobil pemadam dikerahkan untuk melakukan penanganan dengan cepat di lokasi. Proses pemadaman dimulai pukul 12.19 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 12.37 WIB.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian setempat. Lokasi bangunan berada tepat di belakang Kantor Kelurahan Kebon Pala sehingga penanganan cepat menjadi penting untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain.
Lurah Kebon Pala, Dian Eka Harianti, mengatakan petugas Gulkarmat dibantu personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dalam proses pemadaman. Respons tersebut berhasil membatasi kebakaran sehingga tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.
Rumah yang terbakar merupakan rumah dinas Lurah Cawang yang sudah tidak ditempati karena kondisinya dinilai tidak lagi layak huni. Lurah Cawang, Gia Junian Putranto, mengatakan bangunan tersebut telah mengalami banyak kerusakan sebelum peristiwa kebakaran terjadi.
Kondisi bangunan yang kosong membuat tidak ada penghuni yang perlu dievakuasi ketika api muncul. Peristiwa ini sekaligus menunjukkan pentingnya tetap mengawasi bangunan kosong, terutama yang berada dekat dengan fasilitas dan permukiman warga.
Kecepatan penanganan menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi insiden yang lebih luas. Dua unit mobil dan delapan personel Gulkarmat dapat menyelesaikan pemadaman dalam waktu sekitar 18 menit sejak proses penanganan dimulai.
Bantuan PPSU di lokasi turut mendukung upaya agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar kantor kelurahan. Sementara penyebab kebakaran masih ditelusuri, kondisi bangunan yang sudah rusak dan tidak dihuni menjadi bagian dari konteks yang perlu diperhatikan dalam evaluasi keselamatan kawasan.
Alexander Jason – Redaksi

