Kepala keamanan nasional Iran Mohsen Rezaei mengkritik pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan sejumlah pemimpin negara Timur Tengah di Uni Emirat Arab (UEA).
Rezaei menilai pertemuan tersebut tidak akan memberikan keuntungan bagi negara-negara Arab yang menjamu Netanyahu. Pernyataan itu disampaikan melalui akun X miliknya.
“Sama seperti menampung pangkalan militer AS tidak membawa keamanan bagi Anda, menampung ‘Penjagal Gaza’ juga tidak akan membawa konsekuensi yang menguntungkan,” tulis Rezaei, dikutip dari The Dawn, Kamis (1/10/2026).
Ia juga meminta negara-negara di kawasan tersebut mengambil pelajaran dari perang sebelumnya dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik.
“Belajarlah dari perang terakhir, hentikan memicu perang, dan hentikan klaim tanpa dasar mengenai pulau-pulau Iran!” lanjutnya.
Pernyataan Rezaei muncul setelah kunjungan Netanyahu ke UEA pada Minggu (27/9/2026). Netanyahu dilaporkan bertemu dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed (MBZ).
Kantor Netanyahu dan kantor berita resmi UEA mengonfirmasi pertemuan tersebut. Menurut Kantor Berita Emirates (WAM), keduanya membahas hubungan bilateral UEA dan Israel serta cara memperkuat dan mengembangkan hubungan kedua negara.
Netanyahu diketahui tiba di Abu Dhabi menggunakan pesawat pribadi dan berada di UEA selama sekitar empat jam.
Menurut laporan Channel 12 Israel, pertemuan Netanyahu dan MBZ berlangsung di bandara. Setelah itu, Netanyahu disebut mengikuti pertemuan yang lebih luas dengan sejumlah pejabat senior negara Timur Tengah lainnya.
Stasiun penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan beberapa negara yang mengikuti pertemuan tersebut bahkan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

