PT Kereta Api Indonesia (Persero) membutuhkan tambahan 23 trainset untuk mendukung operasional KRL Jabodetabek. Pengadaan armada tersebut kini menjadi bagian dari pembahasan pemerintah, termasuk terkait pilihan sumber armada.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin sebelumnya menyampaikan kebutuhan tambahan tersebut dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI. Dari total 23 trainset, tujuh di antaranya direncanakan memiliki formasi 12 kereta atau SF12, sementara 16 lainnya berformasi delapan kereta atau SF8.
Rencana pengadaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan peningkatan kapasitas layanan KRL Jabodetabek seiring bertambahnya jumlah pengguna.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan pihaknya masih membahas pilihan pengadaan armada bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Salah satu opsi yang dibahas adalah penggunaan KRL bekas dari Jepang. Namun, produksi dalam negeri melalui PT Industri Kereta Api (INKA) juga menjadi pertimbangan.
Dony mengatakan kebutuhan armada akan dibandingkan dengan kapasitas produksi INKA. Jika produksi dalam negeri belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan, opsi lain akan dipertimbangkan.
“Kita balance-kan antara kebutuhannya dengan kapasitas produksinya INKA. Sisanya, itu yang akan kita lakukan alternatif,” ujar Dony seusai menghadiri Executive Breakfast Meeting IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Danantara juga belum memastikan keterlibatan dalam pendanaan pengadaan armada tersebut. Menurut Dony, aspek pembiayaan masih perlu dihitung dan dibahas lebih lanjut.
Pembahasan bersama Kementerian Perhubungan dilakukan untuk menentukan pilihan pengadaan yang dapat memenuhi kebutuhan tambahan armada KRL Jabodetabek.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

