World

Korsel-Korut Saling Tuduh soal Ledakan Ranjau di DMZ

Ketegangan antara Korea Selatan dan Korea Utara kembali meningkat setelah tiga personel militer Korea Selatan terluka akibat ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi atau DMZ yang memisahkan kedua negara.

Insiden tersebut terjadi pada 21 September 2026 ketika patroli militer Korea Selatan beranggotakan 18 orang tengah membersihkan jalur baru di wilayah perbatasan. Saat itu, pasukan berada sekitar 10 meter di sebelah selatan Garis Demarkasi Militer atau MDL.

Sebuah ranjau meledak ketika diinjak seorang sersan staf. Ledakan kedua terjadi saat komandan unit mendekati lokasi untuk memberikan bantuan. Dua tentara harus menjalani operasi, sementara satu lainnya mengalami luka ringan.

Militer Korea Selatan bersama Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya menyebut ranjau yang meledak berasal dari Korea Utara.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan pada 30 September menilai penempatan ranjau di sisi selatan MDL merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata. Seoul pun meminta Korea Utara menyampaikan permintaan maaf dan menghentikan aktivitas yang dinilai meningkatkan ketegangan di perbatasan.

Namun, Korea Utara membantah tuduhan tersebut. Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menilai tuduhan Seoul merupakan provokasi dan menyebut insiden tersebut digunakan untuk membenarkan tindakan politik serta militer terhadap Pyongyang.

Sejumlah pengamat juga berbeda pandangan mengenai penyebab ledakan. Profesor Universitas Kookmin Seoul Andrei Lankov menilai kemungkinan ranjau bergeser dari wilayah utara akibat kondisi alam, seperti hujan lebat atau pergerakan tanah.

Sementara itu, profesor Universitas Kyung Hee Choo Jae-woo menilai penempatan ranjau tersebut dapat berkaitan dengan upaya Korea Utara memperluas kontrol di sepanjang perbatasan.

Zona Demiliterisasi atau DMZ merupakan kawasan perbatasan selebar sekitar empat kilometer yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan sejak berakhirnya Perang Korea melalui gencatan senjata pada 1953.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...