National

Harga Tahu-Tempe Bertahan Rp5.000 di Tengah Kenaikan Biaya Produksi

Perajin tahu dan tempe memilih mempertahankan harga jual di tengah kenaikan biaya produksi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli konsumen sekaligus mempertahankan pelanggan.

Wakil Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Kusnoto, mengatakan harga tempe ukuran 250 gram dan tahu 500 gram saat ini masih dipertahankan sekitar Rp5.000.

Menurutnya, kenaikan harga justru berisiko membuat konsumen beralih ke penjual lain. Karena itu, perajin memilih melakukan penyesuaian pada ukuran produk daripada langsung menaikkan harga jual.

Salah satu contohnya terlihat pada produk tempe. Dalam kondisi normal, satu batang tempe dari penggunaan satu kuintal kedelai per hari dapat dipotong menjadi enam bagian. Kini, jumlah potongan ditambah menjadi tujuh bagian dengan harga jual yang tetap.

Keputusan tersebut diambil ketika berbagai komponen produksi mengalami kenaikan. Harga kedelai impor, misalnya, kini berada di kisaran Rp11.600 hingga Rp12.000 per kilogram, naik dari sekitar Rp9.500.

Kenaikan juga terjadi pada plastik kemasan, minyak goreng, BBM, dan biaya logistik. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berada di sekitar Rp18.000 juga ikut menambah tekanan terhadap biaya produksi.

Kusnoto menyebut keuntungan perajin akhirnya semakin tipis. Sejumlah produsen mulai mengurangi skala produksi, sementara beberapa lainnya bahkan menghentikan usaha karena tidak mampu menanggung biaya operasional.

Gakoptindo juga menilai program stabilisasi dan subsidi kedelai pemerintah belum memberikan dampak langsung kepada seluruh perajin. Bantuan sekitar 250 ribu ton senilai Rp500 miliar tersebut baru dapat digunakan ketika harga kedelai mencapai Rp12.500 hingga Rp13.000 per kilogram.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...