Badan Pusat Statistik (BPS) membahas pengembangan sejumlah bidang statistik bersama lembaga statistik dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Pembahasan tersebut mencakup statistik halal, penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) syariah, hingga data ekspor-impor. BPS juga menjajaki pengembangan statistik terkait haji dan umrah serta metode penghitungan kemiskinan multidimensi.
Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan kerja sama antarnegara diperlukan untuk bertukar pengalaman dalam pengembangan statistik resmi dan sistem data.
Pembahasan kerja sama dilakukan dalam rangkaian Sidang ke-15 Organisation of Islamic Cooperation Statistical Commission (OIC-StatCom) di Arab Saudi pada 29-30 September 2026.
Dalam forum tersebut, Indonesia turut memaparkan perkembangan statistik nasional. Salah satunya terkait pemanfaatan data administrasi untuk mendukung Sensus Penduduk 2030.
BPS juga menyampaikan pengalaman dalam menghitung nilai ekonomi dari pekerjaan rumah tangga yang tidak dibayar. Berdasarkan Experimental Time Use Study 2023, nilainya diperkirakan setara dengan 13,63 persen dari PDB Indonesia pada 2023.
Selain forum OKI, BPS memperkuat hubungan dengan sejumlah lembaga statistik, termasuk Turkish Statistical Institute (TURKSTAT), lembaga statistik Arab Saudi, dan lembaga statistik Mesir.
BPS bersama TURKSTAT juga menandatangani nota kesepahaman. Kerja sama tersebut mencakup modernisasi sensus, pemanfaatan data administrasi, dan pengembangan transformasi digital di bidang statistik.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

