Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong penguatan kerja sama dan pertukaran pengetahuan dalam pengembangan infrastruktur energi, khususnya teknologi pumped-storage, setelah mengunjungi Veytaux Pumped-Storage Power Plant di Veytaux, Swiss.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda kunjungan kerja AHY di Swiss untuk melihat secara langsung tata kelola, inovasi teknologi, serta manajemen operasional salah satu fasilitas pembangkit listrik tenaga air pompa terkemuka di Eropa yang dikelola oleh HYDRO Exploitation SA.
Bagi Indonesia yang sedang mengakselerasi transisi energi, penyediaan sistem kelistrikan yang andal dan fleksibel menjadi kunci utama. Pengalaman Veytaux menunjukkan bagaimana fasilitas pumped-storage dapat dimanfaatkan untuk menyimpan energi dalam skala besar sekaligus menjaga keseimbangan jaringan.
Fasilitas Veytaux memanfaatkan perbedaan elevasi 880 meter antara Danau Geneva dan Waduk Hongrin. Saat beban listrik rendah, kelebihan listrik digunakan untuk memompa air ke atas. Selanjutnya, ketika permintaan listrik mencapai puncaknya, air dilepas kembali melalui turbin untuk menghasilkan listrik.
Pengalaman lebih dari lima dekade operasional Veytaux, termasuk proyek ekspansi Veytaux II yang menggandakan kapasitasnya menjadi 480 MW, memberikan pelajaran penting bagi Indonesia dalam mitigasi risiko investasi dan manajemen aset jangka panjang.
Dalam pengembangan Veytaux II, dilakukan pengujian teknologi melalui model fisik skala 1:30 bersama EPFL. Inovasi tersebut menunjukkan bagaimana fasilitas pumped-storage dapat berfungsi sebagai “baterai raksasa” untuk menyeimbangkan jaringan.
Pengalaman tersebut relevan dengan kebutuhan Indonesia yang tengah menyelesaikan pembangunan PLTA Cisokan berkapasitas 1.040 MW di Jawa Barat sebagai fasilitas pumped-storage pertama di Indonesia. Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari program sekitar 4,3 GW pumped-storage sesuai RUPTL 2025–2034.
PLTA Cisokan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan Jawa-Bali sekaligus mendukung masuknya sumber energi terbarukan seperti PLTS dan PLTB secara masif.
“Melalui pertukaran pengetahuan dengan pengelola Veytaux, kita ingin memastikan kesiapan operasional, integrasi jaringan, serta pengelolaan proyek pumped-storage di Tanah Air dapat berjalan optimal,” kata Menko AHY.
Kolaborasi dan pertukaran pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

