Sebuah kapal tanker minyak yang sedang melintas di Selat Hormuz diperintahkan berbalik arah setelah dihentikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), pada Senin (5/10), kapal tersebut diperintahkan untuk kembali atau menghadapi risiko menjadi sasaran.
Insiden itu terjadi sekitar 20 kilometer atau 11 mil laut sebelah utara Khasab, Oman. Kapten kapal kemudian mematuhi perintah yang disampaikan IRGC tersebut, menurut laporan UKMTO.
Peristiwa ini terjadi ketika aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih mengalami gangguan serius. Jalur perairan tersebut menjadi salah satu titik utama dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang berdampak terhadap lalu lintas kapal komersial.
Iran sebelumnya disebut secara efektif membatasi akses melalui Selat Hormuz sejak perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dimulai pada 28 Februari. Sejumlah kapal komersial juga dilaporkan menjadi sasaran dalam periode tersebut.
Tehran mengatakan kapal-kapal komersial yang ingin melintas kini akan dikenakan biaya. Kondisi tersebut semakin meningkatkan ketidakpastian bagi perusahaan pelayaran yang bergantung pada salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.
Insiden terbaru ini menunjukkan risiko yang masih dihadapi kapal komersial yang berlayar melalui kawasan tersebut. Perusahaan pelayaran dan awak kapal harus mempertimbangkan perkembangan keamanan yang dapat memengaruhi perjalanan mereka di Selat Hormuz.
Akbari Danico – Redaksi

