Kementerian Sosial (Kemensos) tengah melakukan pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos) sebagai bagian dari upaya memastikan penyaluran bantuan pada 2027 tepat sasaran.
Tenaga Ahli Menteri Sosial Andy Kurniawan mengatakan pembaruan data diperlukan karena masih ditemukan penerima bantuan sosial yang telah memperoleh bansos dalam waktu yang cukup lama.
Pada awal 2025, tercatat sekitar 44,6 juta Keluarga Penerima Manfaat atau KPM telah menerima bantuan sosial selama lebih dari lima tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 36 ribu penerima bahkan tercatat telah mendapatkan bantuan selama lebih dari 18 tahun.
Kemensos juga mencatat lebih dari 2,7 juta penerima bansos masih berada dalam usia produktif.
Menurut Andy, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena bantuan sosial pada dasarnya ditujukan sebagai jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang menghadapi kondisi ekonomi sulit. Bansos bukan dirancang sebagai pendapatan rutin yang diterima terus-menerus.
Untuk memperbaiki penyaluran, Kemensos melakukan registrasi ulang melalui portal Perlinsos Digital. Data yang terkumpul akan digunakan bersama Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN sebagai basis penyaluran bantuan sosial.
Pembaruan tersebut akan menjadi dasar penyaluran sejumlah program bansos, termasuk Program Keluarga Harapan atau PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT pada awal 2027.
Andy mengingatkan masyarakat yang menjadi penerima maupun calon penerima bantuan untuk melakukan pendaftaran melalui Perlinsos Digital. Data yang masuk nantinya menjadi dasar penentuan kelayakan penerima bantuan.
Penentuan tersebut dilakukan melalui sistem dengan memanfaatkan integrasi data kependudukan. Dengan pembaruan data, Kemensos berharap penyaluran bansos dapat lebih tepat sasaran dan diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

