Adopsi kendaraan berat listrik atau heavy-duty electric vehicle (HDEV) dinilai berpotensi mengurangi kebutuhan solar sekaligus menekan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) pemerintah.
Berdasarkan riset WRI Indonesia bertajuk Mencapai Swasembada Energi Melalui Dekarbonisasi Angkutan Barang di Indonesia, penghematan subsidi diesel diproyeksikan mencapai Rp161,36 triliun atau setara dengan pengurangan penggunaan 31,34 juta kiloliter solar pada periode 2030–2035.
Riset tersebut menilai elektrifikasi kendaraan berat diperlukan untuk mengurangi kebutuhan diesel secara struktural. Langkah itu dinilai dapat membantu pemerintah menjaga tren pengendalian subsidi dan kompensasi energi.
WRI menyebut peningkatan bauran biodiesel hingga B50 belum sepenuhnya menghilangkan kebutuhan terhadap diesel. Karena itu, elektrifikasi kendaraan logistik menjadi salah satu opsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar berbasis fosil.
Pemerintah sendiri telah menerapkan mandatori B50, yakni pencampuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar. Program tersebut mulai diluncurkan pada Juli 2026 sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan penerapan B50 dapat meningkatkan penghematan devisa dari sekitar Rp133,3 triliun pada B40 menjadi Rp170 triliun. Pemerintah juga menyatakan penerapan B50 membuat Indonesia tidak lagi mengimpor produk solar.
Di sisi lain, WRI menilai pengembangan kendaraan berat listrik dapat menjadi langkah lanjutan untuk menekan konsumsi diesel. Penggunaan truk listrik terutama diarahkan pada sektor angkutan barang yang memiliki kebutuhan energi tinggi.
Dengan demikian, elektrifikasi kendaraan berat dan peningkatan penggunaan biodiesel dapat menjadi dua pendekatan berbeda dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar diesel. Namun, angka Rp161,36 triliun tersebut merupakan proyeksi penghematan pada periode 2030–2035, bukan penghematan subsidi yang telah terealisasi saat ini.
FIto Wahyu Mahendra – Redaksi

