Danantara Indonesia mendukung rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengimpor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, pihaknya akan membahas kebutuhan jumlah KRL bersama Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin pada pekan depan.
Dony mengatakan dukungan tersebut diberikan selama impor KRL memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, transportasi publik memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
Penggunaan KRL dinilai dapat membantu menekan polusi udara sekaligus menghemat konsumsi bahan bakar. Selain itu, keberadaan akses transportasi publik juga dinilai dapat mendorong pengembangan kota-kota satelit dan menekan laju urbanisasi.
Meski mendukung rencana impor KRL bekas, Dony meminta PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA meningkatkan kualitas produksinya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung proses industrialisasi di dalam negeri.
Dony mengatakan dirinya telah memanggil jajaran direksi INKA untuk menyampaikan tuntutan pembenahan kualitas. Menurutnya, perusahaan pelat merah harus melakukan transformasi dan tidak hanya mempertahankan kondisi yang ada saat ini.
Di sisi lain, rencana impor KRL bekas dari Jepang masih terbentur aturan mengenai batas usia kereta. KRL yang hendak diimpor KAI diketahui berusia sekitar 25 tahun, sementara ketentuan Kementerian Perdagangan membatasi usia KRL bekas yang dapat diimpor maksimal 20 tahun.
KRL berusia 25 tahun tersebut rencananya akan digunakan di Indonesia selama 10 tahun.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

