National

AHY Dorong ITK Perkuat SDM dan Infrastruktur di Kalimantan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong Institut Teknologi Kalimantan (ITK) memperkuat perannya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), teknologi, dan infrastruktur di Kalimantan.

Hal tersebut disampaikan AHY saat menghadiri Dies Natalis ke-12 ITK di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/10/2026). Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan, riset, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

AHY mengatakan, kekayaan alam Indonesia perlu didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan integritas agar dapat dikelola secara optimal.

“Kita bersyukur berada di sebuah negeri yang memiliki kekayaan alam. Tetapi, pada akhirnya, semua itu perlu dikelola oleh manusia yang unggul, oleh SDM yang memiliki kompetensi, tetapi juga punya integritas,” ujar AHY.

Menurutnya, ITK memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus bangsa, khususnya di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Kampus tersebut juga diharapkan berkembang sebagai pusat pengembangan teknologi di Kalimantan melalui inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Penguatan peran perguruan tinggi dinilai semakin penting seiring dengan transformasi Kalimantan di berbagai sektor. Sejumlah bidang yang membutuhkan dukungan teknologi dan SDM berkualitas antara lain energi, hilirisasi industri, ekonomi hijau, kehutanan, ekonomi maritim, logistik, energi terbarukan, hingga pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

AHY juga mengingatkan bahwa pendirian ITK bersama Institut Teknologi Sumatera (ITERA) pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan bagian dari upaya memperkuat pendidikan dan riset teknologi sebagai penunjang transformasi bangsa.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai sarana fisik, tetapi juga menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang ekonomi dan sosial.

Menurut AHY, infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, perumahan, dan air bersih menjadi kebutuhan penting yang turut menentukan produktivitas serta daya saing daerah. Konektivitas antarwilayah yang semakin baik juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur juga berkaitan dengan upaya mencapai swasembada pangan, energi, dan air, meningkatkan kualitas hidup, menjaga ketahanan lingkungan, serta mendorong pemerataan pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, AHY turut menyoroti pentingnya penguatan konektivitas melalui transportasi darat, laut, dan udara. Ia juga menekankan potensi pengembangan kereta api untuk mendukung angkutan logistik di Kalimantan.

Menurut AHY, berbagai komoditas yang dihasilkan Kalimantan, termasuk batu bara dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), membutuhkan dukungan transportasi yang memadai. Infrastruktur logistik diperlukan untuk menghubungkan kawasan produksi dengan pasar domestik maupun internasional.

“Kereta ini, di banyak negara, menjadi tulang punggung konektivitas, terutama untuk angkutan logistik,” jelasnya.

AHY menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus merencanakan dan mematangkan perhitungan terkait pengembangan kereta api. Perencanaan tersebut membutuhkan kajian menyeluruh, mulai dari tata ruang hingga kapasitas fiskal dan keberlanjutan investasi. Besarnya kebutuhan anggaran menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan agar rencana pengembangan transportasi tersebut dapat dilaksanakan secara terukur.

AHY juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan pembangunan di Kalimantan Timur. Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan ruang fiskal yang memadai untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

Ia menjelaskan, perbaikan jalan dan jembatan yang rusak saja membutuhkan anggaran yang cukup besar. Di saat bersamaan, pemerintah daerah juga perlu memenuhi kebutuhan pendidikan, layanan kesehatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

AHY menyampaikan dukungan terhadap kebijakan prorakyat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan upaya membuka peluang investasi. Namun, upaya tersebut perlu disertai koordinasi yang erat agar kebijakan dan program pembangunan pemerintah pusat maupun daerah dapat berjalan selaras.

“Jadi, kami sepakat sekali tadi, pusat dan daerah harus benar-benar duduk bersama, menyinkronkan segala sesuatunya,” tegas AHY.

Melalui kuliah umum dalam rangkaian Dies Natalis ke-12 ITK, AHY turut mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar penguasaan ilmu dan keterampilan akademik. Menurutnya, karakter, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, dan kepemimpinan juga menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah dan menghadapi kebutuhan transformasi nasional.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...