Pemerintah Malaysia menutup sekolah di sejumlah wilayah pada Jumat (9/10/2026) akibat memburuknya kualitas udara karena kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Kegiatan belajar mengajar dialihkan ke rumah untuk mengurangi risiko paparan polusi terhadap murid dan tenaga pendidik.
Kebijakan penutupan berlaku di sejumlah wilayah, termasuk Johor, Malaka, Negeri Sembilan, Selangor, Kuala Lumpur, Putrajaya, dan Distrik Rompin di Pahang. Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek mengumumkan keputusan tersebut melalui Facebook pada Kamis (8/10/2026) malam.
Data pemerintah Malaysia pada Jumat pagi menunjukkan 37 wilayah mencatat Indeks Pencemaran Udara atau Air Pollutant Index (API) dalam kategori tidak sehat. Pemerintah pun meminta otoritas pendidikan memantau kondisi udara dan menyesuaikan kebijakan berdasarkan tingkat polusi di masing-masing wilayah.
Aturan Kementerian Pendidikan Malaysia menetapkan sekolah harus ditutup jika nilai API setempat melampaui 180 mulai Jumat (9/10/2026). Penutupan juga diwajibkan mulai Senin (12/10/2026) apabila API berada di atas 150 selama tiga hari berturut-turut.
Selama sekolah ditutup, pembelajaran tetap dilaksanakan melalui Pengajaran dan Pembelajaran di Rumah (PdPR). Pelaksanaannya disesuaikan dengan akses dan kebutuhan murid serta kesiapan guru. Tenaga pendidik dan staf pendukung juga diperbolehkan bekerja dari rumah selama kebijakan berlangsung.
Kementerian Pendidikan Malaysia akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait untuk memantau kualitas udara serta menjaga keselamatan warga sekolah.
Kabut asap tersebut turut menjadi perhatian pemerintah Malaysia karena dampaknya meluas ke negara tetangga, termasuk Singapura. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menyetujui langkah-langkah untuk menangani persoalan kabut asap. Malaysia juga menyatakan kesediaannya membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Di tingkat regional, Anwar meminta Menteri Luar Negeri Malaysia mengupayakan pertemuan para menteri negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang pembahasan respons bersama terhadap persoalan kabut asap lintas negara.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

