National

Kemenhut Perkuat Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Cegah Asap Meluas

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi rawan kebakaran. Langkah ini dilakukan di tengah kabut asap yang berdampak pada kualitas udara Singapura menjelang gelaran Formula 1 Grand Prix Singapura akhir pekan ini.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengatakan, penguatan penanganan dilakukan dengan menambah dukungan personel di lapangan, termasuk Manggala Agni dan Polisi Kehutanan. Personel dikerahkan ke Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Kemenhut juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan kebakaran. Upaya pemadaman dilakukan melalui berbagai cara, termasuk operasi water bombing atau pengeboman air serta operasi modifikasi cuaca untuk memicu hujan.

Namun, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca bergantung pada ketersediaan awan di atmosfer.

Rohmat menjelaskan, kondisi karhutla saat ini turut dipengaruhi fenomena El Nino yang cukup kuat, seperti yang terjadi pada 2015. Meski demikian, pemerintah terus mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk menekan luas kebakaran.

Ia menyebut luas kebakaran pada tahun lalu berhasil ditekan hingga sekitar 350 ribu hektare.

Selain penanganan di lapangan, Presiden Prabowo Subianto disebut telah berkomunikasi dengan pemimpin Malaysia dan Singapura untuk memperkuat kerja sama penanganan karhutla. Pemerintah juga memberi perhatian terhadap pengelolaan lahan gambut yang dinilai menjadi salah satu tantangan utama dalam mencegah kebakaran dan penyebaran asap lintas negara.

Sementara itu, kabut asap di Singapura menjadi perhatian menjelang rangkaian Grand Prix Formula 1 akhir pekan ini. Otoritas olahraga otomotif dunia, Federasi Automobil Internasional (FIA), menyatakan kualitas udara terus dipantau oleh otoritas setempat.

FIA menyebut kemungkinan pembatasan kegiatan luar ruangan akan mengikuti rekomendasi otoritas setempat apabila kualitas udara memburuk. Namun, kondisi tersebut sejauh ini diperkirakan tidak mengganggu jalannya balapan Formula 1.

FIA juga menyatakan telah menyiapkan koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh tim selama penyelenggaraan Grand Prix Singapura.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...