Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan menggelar latihan tahunan pencegahan nuklir bertajuk Steadfast Noon di Italia pada 13-23 Oktober 2026. Latihan yang melibatkan 17 negara anggota ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara NATO dan Rusia.
NATO mengumumkan pelaksanaan latihan tersebut pada Kamis (8/10). Aliansi pertahanan itu menyebut Steadfast Noon sebagai kegiatan rutin yang telah direncanakan jauh-jauh hari untuk menjaga kesiapan pasukan serta menguji prosedur pencegahan dan pertahanan.
NATO menegaskan latihan tersebut tidak menggunakan senjata nuklir sungguhan. Kegiatan itu juga disebut tidak berkaitan dengan perkembangan situasi global saat ini dan tidak ditujukan untuk menghadapi negara tertentu.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan latihan tersebut penting untuk memastikan kemampuan pencegahan nuklir aliansi tetap aman, efektif, dan dapat diandalkan.
Menurut Rutte, latihan itu juga menjadi bentuk persatuan dan tekad negara-negara anggota NATO dalam menjaga perdamaian serta menangkal agresi.
Pelaksanaan latihan berlangsung ketika hubungan NATO dan Rusia masih diwarnai ketegangan akibat perang di Ukraina yang dimulai pada 2022.
Rusia sebelumnya menuduh NATO melakukan tindakan provokatif di sekitar Kaliningrad, wilayah eksklave Rusia yang terpisah dari wilayah utama negara tersebut. Moskow juga memperingatkan bahwa Rusia siap menggunakan seluruh persenjataannya.
NATO mengecam pernyataan Rusia tersebut. Meski demikian, para pejabat aliansi menyatakan belum melihat perubahan besar dalam postur nuklir Moskow.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

