Metropolitan

Pramono Paparkan Program Pendidikan hingga Transportasi Ramah Disabilitas di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mewujudkan ibu kota sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, transportasi, hingga kesempatan kerja.

Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026).

Pramono mengatakan, pembangunan Jakarta tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Menurut dia, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk anak penyandang disabilitas, menjadi bagian penting dalam menciptakan kota yang nyaman dan aman.

Pramono menambahkan bahwa DKI Jakarta saat ini termasuk salah satu kota dengan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, lebih banyak dibandingkan dengan kota lainnya di Indonesia.

“Saat ini ada 88 sekolah luar biasa dan 13 diantaranya merupakan sekolah luar biasa negeri,” jelas Pram .

Di bidang pendidikan, Pramono menyebut Jakarta memiliki 88 sekolah luar biasa (SLB), yang terdiri atas 13 SLB negeri dan 75 SLB swasta.

Pemprov DKI juga menyediakan bantuan pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi keluarga yang membutuhkan serta Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk mendukung pendidikan hingga perguruan tinggi.

Selain itu, Pemprov DKI berencana menjalankan program Beasiswa Jakarta Unggul atau LPDP Jakarta pada 2027 dengan kuota awal sekitar 50 hingga 75 penerima. Pramono membuka peluang bagi anak penyandang disabilitas yang berminat melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk mengikuti program tersebut.

“Bila ada anak berkebutuhan khusus yang berminat untuk ikut program LPDP, kami akan fasilitasi,” ucap Pram.

Dalam bidang kesehatan, Pramono menyampaikan bahwa Jakarta memiliki 44 puskesmas kecamatan, 31 rumah sakit, dan 292 puskesmas pembantu yang disebut telah ramah disabilitas.

Pemprov DKI juga memiliki 584 personel Pasukan Putih yang memberikan layanan kesehatan secara langsung ke rumah warga, terutama bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Selain itu, Pemprov DKI juga memberikan peluang kerja kepada penyandang kebutuhan khusus dengan mengadakan Job Fair khusus untuk disabilitas, beberapa waktu lalu.

Di bidang transportasi, Pram menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan halte dengan guiding block agar anak-anak berkebutuhan khusus bisa memanfaatkan MRT, LRT, Transjakarta da Transjabodetabek dengan nyaman.

Pemprov DKI juga menyediakan 37 unit bus sekolah khusus disabilitas yang melayani 10 rute untuk membantu mobilitas anak penyandang disabilitas. Selain itu, Pemprov DKI juga telah mengeluarkan kartu penyandang disabilitas Jakarta (KPDJ) dengan jumlah penerima saat mencapai 20.890 orang.

Selanjutnya, DKI Jakarta juga telah memiliki loka bina karya dan 133 penyandang disabilitas yang direkrut menjadi anak-anak penggerak pada Jakpreneur di Jakarta.

Pramono menegaskan, upaya membangun Jakarta sebagai kota inklusif harus disertai pemberian kesempatan dan dukungan nyata bagi penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan potensi serta berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...