Sekitar 200 personel gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi warga terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026). Evakuasi diprioritaskan di Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah setelah luapan sungai merendam sejumlah permukiman.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat Brigjen Pol. Solihin mengatakan, personel yang terlibat berasal dari unsur Brimob, TNI, kepolisian, tim pencarian dan pertolongan (SAR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan dan masyarakat setempat.
Menurut Solihin, ratusan warga telah berhasil dievakuasi, terutama anak-anak, bayi, dan lanjut usia. Sebagian warga sementara ditempatkan di musala setempat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dalam proses penyelamatan, petugas menggunakan perahu karet untuk menjangkau rumah dan permukiman yang terendam banjir. Tali pengaman juga dipasang pada sejumlah pohon dan tiang listrik guna membantu warga melintasi area dengan arus air.
Petugas gabungan terus menyisir kawasan terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang membutuhkan pertolongan terlewatkan. Proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kedalaman genangan, derasnya arus, serta keselamatan warga dan petugas.
Solihin mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak agar mengungsi sementara untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Ia juga memastikan kepolisian akan membantu mengamankan permukiman yang ditinggalkan warga selama berada di pengungsian.
Hingga Sabtu malam, penanganan banjir di Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah masih berlangsung. Petugas gabungan terus melakukan pemantauan dan evakuasi untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan warga.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

