Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 95 di kawasan Asia Tenggara menunjukkan perbedaan yang signifikan pada Oktober 2026. Singapura mencatat harga tertinggi, sedangkan Indonesia berada di posisi terendah berdasarkan data Global Petrol Prices per 5 Oktober 2026.
Mengacu pada data Global Petrol Prices, harga bensin RON 95 di Singapura mencapai US$ 2,47 per liter atau sekitar Rp 44 ribu. Sementara itu, harga di Indonesia tercatat US$ 1,073 per liter, setara sekitar Rp 19.150 berdasarkan data harga lokal yang dirilis lembaga tersebut.
Vietnam berada tepat di atas Indonesia dengan harga US$ 1,076 atau sekitar Rp 19.243 per liter. Selisih harga kedua negara tersebut hanya sekitar Rp 53 per liter.
Selain Singapura, Laos mencatat harga RON 95 sebesar US$ 1,918 atau Rp 34.302 per liter. Kamboja dan Filipina masing-masing menetapkan harga US$ 1,501 atau sekitar Rp 26.844 per liter, sedangkan Myanmar berada di angka US$ 1,481 atau Rp 26.486 per liter.
Di Thailand, harga BBM RON 95 tercatat US$ 1,440 atau sekitar Rp 25.753 per liter. Sementara itu, Malaysia menetapkan harga US$ 1,106 atau sekitar Rp 19.780 per liter.
Perbedaan harga BBM di kawasan ASEAN dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kebijakan energi, pajak, subsidi, dan mekanisme penetapan harga di setiap negara.
Di Indonesia, penetapan harga BBM turut dipengaruhi kebijakan pemerintah yang membedakan bahan bakar bersubsidi dan nonsubsidi. Sementara itu, harga BBM di Singapura mengikuti dinamika pasar.
Meski Indonesia mencatat harga RON 95 terendah dalam daftar tersebut, harga nominal tidak sepenuhnya menggambarkan tingkat keterjangkauan BBM bagi masyarakat. Faktor pendapatan, daya beli, serta biaya transportasi juga memengaruhi beban pengeluaran energi rumah tangga.
Perbandingan ini juga terbatas pada BBM dengan angka oktan RON 95 sehingga tidak dapat disamakan langsung dengan jenis bahan bakar lain yang memiliki tingkat oktan berbeda.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

