Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak warga berperan aktif mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan melalui program Pilah Olah Sampah Heroes Jakarta 2026. Program ini merupakan bentuk apresiasi bagi individu dan penggerak masyarakat yang konsisten memilah, mengolah, serta mengajak orang lain peduli terhadap sampah.
Warga dapat mendaftarkan aksi pengelolaan sampah yang telah dilakukan atau merekomendasikan sosok inspiratif di lingkungan tempat tinggalnya. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi jakarta.go.id/pilaholahsampahheroes dan tidak dipungut biaya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan, program ini diharapkan mendorong semakin banyak warga mengambil peran dalam pengelolaan sampah, dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar.
“Pengelolaan sampah butuh partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Melalui Pilah Olah Sampah Heroes Jakarta 2026, kami ingin mengapresiasi aksi nyata warga sekaligus mendorong kebiasaan memilah dan mengolah sampah secara konsisten. Perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama,” ujarnya di Jakarta, Senin (12/10).
Pilah Olah Sampah Heroes Jakarta 2026 terbuka bagi warga yang memiliki gerakan nyata dalam pengelolaan sampah. Terdapat dua kategori peserta dalam program ini.
Pertama, sosok penggerak, yaitu individu yang aktif memilah dan mengolah sampah serta mampu mengajak keluarga, tetangga, atau masyarakat sekitar untuk melakukan hal serupa.
Kedua, influencer atau key opinion leader (KOL), yaitu individu yang secara konsisten memanfaatkan media sosial untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat memilah serta mengolah sampah.
Peserta tidak cukup hanya memilah sampah. Mereka juga diharapkan menjalankan sedikitnya satu bentuk pengolahan sampah, seperti membuat kompos, membudidayakan maggot untuk mengurai sampah organik, memproduksi eco enzyme, mendaur ulang sampah, atau memanfaatkan biodigester.
Selain itu, peserta diharapkan memiliki gerakan yang memberikan dampak bagi lingkungan. Bentuknya dapat berupa mengajak keluarga dan warga sekitar, membentuk kelompok pengelola sampah, memberikan edukasi, mengurangi timbulan sampah di kawasan, atau mengelola bank sampah.
Melalui program ini, Pemprov DKI Jakarta ingin mendorong tumbuhnya lebih banyak inisiatif warga yang tidak berhenti pada kebiasaan individu, tetapi juga mampu menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
Lomba terbuka untuk umum dengan sejumlah persyaratan. Peserta wajib punya KTP DKI Jakarta atau berdomisili di wilayah DKI Jakarta yang dibuktikan dengan surat keterangan domisili. Lokasi kegiatan atau gerakan pilah-olah sampah yang didaftarkan harus berada di wilayah DKI Jakarta.
Pendaftaran dilakukan secara daring dengan mengisi formulir melalui situs www.jakarta.go.id/pilaholahsampahheroes. Peserta tidak dipungut biaya untuk mengikuti lomba ini.
Berikut cara mengikuti Pilah Olah Sampah Heroes Jakarta 2026:
- Buka situs jakarta.go.id/pilaholahsampahheroes.
- Isi formulir pendaftaran sesuai petunjuk.
- Daftarkan aksi nyata pemilahan dan pengolahan sampah berdasarkan kategori yang dipilih.
- Pastikan seluruh data dan informasi kegiatan yang disampaikan benar.
- Kirim pendaftaran paling lambat 25 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB.
Peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran. Mereka juga berkesempatan memperoleh hadiah uang tunai dan hadiah menarik lainnya sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam pengelolaan sampah.
Dengan mengikuti lomba ini, peserta menyetujui bahwa gerakan atau kegiatan yang didaftarkan dapat digunakan Pemprov DKI Jakarta untuk keperluan publikasi.
Menurut Marulina, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Karena itu, ia mengajak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan aksi nyata sekaligus menginspirasi lebih banyak orang.
“Kami mengundang warga untuk mendaftarkan aksi nyata yang telah dilakukan atau merekomendasikan sosok penggerak di lingkungannya. Tidak harus menunggu gerakan besar untuk membawa perubahan. Kebiasaan memilah dan mengolah sampah yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi awal dari lingkungan yang lebih baik,” katanya.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

