Kabut asap kembali menyelimuti Balikpapan, Kalimantan Timur, pada awal pekan ini. Kondisi tersebut dipicu akumulasi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga kawasan selatan Kalimantan Timur.
Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menjelaskan asap dari kebakaran di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan terbawa angin ke arah utara hingga mencapai Kalimantan Timur.
Selain itu, karhutla di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU) juga dilaporkan semakin intens sehingga menambah sumber asap di wilayah selatan Kalimantan Timur.
Huda mengatakan kabut asap cenderung lebih pekat pada pagi hari karena suhu udara yang lebih rendah membuat asap turun dan terkonsentrasi di dekat permukaan.
Pergerakan asap dari berbagai wilayah tersebut kemudian menyebabkan penumpukan kabut di Balikpapan. Kondisi ini turut membatasi jarak pandang, meski masih dalam batas normal.
Huda juga menjelaskan pergeseran posisi matahari ke selatan meningkatkan potensi panas yang diterima wilayah selatan Kalimantan. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.
BMKG memperkirakan tutupan awan berpotensi terjadi di beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan. Namun, potensi tersebut belum tentu berkembang menjadi hujan yang dapat membantu mengurangi kabut asap.
Karena itu, kabut asap masih berpotensi bertahan selama kondisi cuaca belum mendukung terjadinya hujan dan sumber kebakaran di sejumlah wilayah masih berlangsung.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

