Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjajaki rencana pembangunan kilang pengolahan minyak kelapa sawit atau refinery di Mesir. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama investasi Indonesia dengan negara Afrika Utara itu.
CEO BPI Danantara Rosan P. Roeslani mengatakan, pemerintah Mesir telah menyediakan lahan untuk mendukung rencana pembangunan fasilitas pengolahan minyak sawit tersebut.
Rencana itu dibahas dalam penjajakan kerja sama kedua negara, termasuk setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (11/10/2026).
Mesir menjadi salah satu pasar tujuan ekspor minyak sawit Indonesia. Dengan pembangunan fasilitas pengolahan di negara tersebut, kerja sama kedua negara berpeluang berkembang dari perdagangan komoditas menjadi pengolahan minyak sawit di luar negeri.
Meski demikian, rencana pembangunan kilang tersebut masih dalam tahap penjajakan. Informasi mengenai nilai investasi, kapasitas pengolahan, jadwal pembangunan, serta target operasional fasilitas belum diungkapkan secara terperinci.
Selain proyek pengolahan sawit, Danantara juga menjajaki kemitraan investasi dengan lembaga pengelola dana milik negara Mesir.
Rosan menyampaikan bahwa kerja sama tersebut diarahkan pada pembentukan kemitraan di bidang pengelolaan investasi, dengan melibatkan lembaga pengelola dana atau wealth fund milik Mesir.
Namun, Rosan belum menyebutkan secara terperinci lembaga Mesir yang akan menjadi mitra maupun sektor tambahan yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama tersebut.
Penjajakan ini membuka peluang bagi Indonesia dan Mesir untuk memperluas kolaborasi di bidang investasi dan pengembangan proyek strategis. Adapun realisasi masing-masing proyek masih bergantung pada pembahasan lanjutan antara kedua pihak.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

