Metropolitan

Jakarta Bidik Wisatawan Mancanegara Lewat Konsep Bleisure

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat promosi pariwisata internasional dengan memperkenalkan potensi wisata sejarah, budaya, dan kuliner kepada pelaku industri pariwisata dari 14 negara. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan familiarization trip (famtrip) bagi delegasi Jakarta Wonderful Indonesia Travel Fair (JWITF).

Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta tersebut mengajak para tour operator dan travel agent mancanegara merasakan langsung pengalaman wisata di sejumlah destinasi bersejarah dan kuliner Jakarta.

Para peserta yang merupakan tour operator dan travel agent mancanegara diajak merasakan secara langsung pengalaman otentik menjelajahi jantung sejarah dan kuliner Jakarta. Mereka berasal dari Filipina, Tiongkok, Arab Saudi, Jepang, India, Yunani, Malaysia, Taiwan, Aljazair, Bangladesh, Nigeria, Korea Selatan, Kroasia, hingga Thailand,

Perjalanan delegasi diawali dengan menyusuri jejak sejarah di Kawasan Kota Tua. Di kawasan cagar budaya berarsitektur kolonial ini, para delegasi mengunjungi Museum Sejarah Jakarta dan Museum Wayang, menyerap narasi panjang perjalanan Jakarta dari masa ke masa. Pengalaman berlanjut menjelang sore saat peserta diajak mengenal ramuan herbal tradisional khas Indonesia melalui sesi demo jamu di Acaraki Kota Tua.

Antusiasme delegasi terlihat saat mencicipi sajian jamu yang dikemas secara modern tanpa menghilangkan esensi warisan leluhur. Rangkaian famtrip dengan kuliner Tugu Kunstkring Paleis lewat agenda Open Dining of Jakarta, di mana para tamu menikmati hidangan autentik khas Jakarta dan Nusantara dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban.

Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen Jakarta untuk memperkuat daya saing global.

“Jakarta terus maju menuju Top 50 Global City. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa di balik modernitas dan gedung-gedung pencakar langit yang menunjang kegiatan MICE, Jakarta menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan kehangatan tradisi yang menjadikan pengalaman berwisata (leisure) di kota ini sangat berkesan,” ujarnya, Jumat (16/10).

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari menyampaikan, penyusunan rute ini dirancang khusus untuk memperlihatkan fleksibilitas Jakarta sebagai destinasi Bleisure (Business and Leisure).

“Kota Tua, museum, edukasi jamu, dan kuliner heritage adalah atraksi penyeimbang yang sempurna bagi wisatawan bisnis maupun leisure. Kami merancang rute ini agar para pelaku pariwisata dunia mendapatkan gambaran utuh tentang portofolio wisata yang siap ditawarkan Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Sub Kelompok Pemasaran Luar Negeri Disparekraf DKI Jakarta, Ervienia Oryza menambahkan, kehadiran delegasi dari 14 negara ini merupakan momentum krusial untuk memperluas jangkauan promosi mancanegara.

Menurutnya, pengalaman langsung (first-hand experience) yang dialami para delegasi adalah sarana promosi yang paling efektif.

“Kami optimistis langkah ini menegaskan kesiapan DKI Jakarta untuk berdiri sejajar dengan kota-kota utama dunia, menjadikannya bukan hanya sebagai hub konektivitas dan bisnis, tetapi juga destinasi MICE dan leisure terdepan di kawasan regional dan internasional,” pungkasnya.

Melalui famtrip JWITF, Disparekraf DKI Jakarta berupaya memperkenalkan potensi wisata yang dapat melengkapi posisi ibu kota sebagai pusat bisnis. Perpaduan fasilitas MICE dengan wisata sejarah, budaya, dan kuliner diharapkan dapat memperluas daya tarik Jakarta bagi pasar pariwisata internasional.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...