World

Trump Tangguhkan Sanksi Energi Rusia, Upaya Tekan Harga Solar AS Jadi Sorotan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menangguhkan penerapan sejumlah sanksi dan tarif baru terhadap Rusia yang diatur dalam undang-undang sanksi terbaru. Keputusan ini diambil menjelang pemberlakuan ketentuan tersebut pada 18 Oktober 2026, di tengah upaya pemerintah AS menekan harga bahan bakar, terutama diesel.

Mengutip Bloomberg, Minggu (18/10/2026), Trump menggunakan kewenangan pengecualian atau waiver dalam Lindsey O. Graham Sanctioning Russia and Iran Act of 2026 untuk menunda berbagai pembatasan ekonomi yang tercantum dalam aturan tersebut.

Dalam perintah eksekutif yang diterbitkan Gedung Putih pada Jumat (16/10/2026), Trump menyatakan bahwa penangguhan itu dilakukan berdasarkan pertimbangan kepentingan nasional AS.

Undang-undang tersebut sebelumnya dirancang untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina sejak 2022. Namun, pemerintah Trump kini berupaya meningkatkan pasokan solar Rusia ke pasar global guna membantu meredam kenaikan harga bahan bakar di AS.

Aturan yang diperjuangkan mendiang Senator Lindsey Graham itu memberikan waktu 30 hari bagi Trump untuk memberlakukan tarif hingga 100 persen terhadap barang impor dari lima negara pembeli terbesar minyak mentah atau gas Rusia.

Ketentuan tersebut juga membuka peluang pemberian sanksi kepada negara yang sengaja membeli energi Rusia atau membantu Moskow menghindari pembatasan ekonomi. Selain itu, aturan itu mencakup tarif hingga 500 persen terhadap impor produk energi Rusia ke AS.

Melalui keputusan terbarunya, Trump menangguhkan penerapan sanksi dan tarif tersebut hingga dirinya atau pejabat senior pemerintahannya menilai tindakan lebih lanjut diperlukan.

Ukraina Kritik Keputusan Washington

Penangguhan sanksi tersebut menuai kritik dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Dalam unggahan di platform X pada Sabtu (17/10/2026), Zelenskiy menilai pelonggaran tekanan ekonomi terhadap Rusia dapat memberi ruang bagi Presiden Vladimir Putin untuk melanjutkan perang.

Zelenskiy juga menyoroti serangan Rusia terhadap lebih dari 15 lokasi pembangkit dan transmisi listrik di Ukraina pada Jumat (16/10/2026). Menurutnya, tekanan terhadap Moskow perlu dipertahankan agar upaya mengakhiri perang tidak semakin sulit.

Kritik serupa disampaikan anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Don Beyer. Ia menilai keputusan Trump bertentangan dengan tujuan Kongres yang ingin memberikan hukuman ekonomi kepada Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Sebelumnya, rencana penerapan tarif baru juga memicu kekhawatiran China dan India, dua negara yang menjadi pembeli utama energi Rusia. China menolak penerapan yurisdiksi ekstrateritorial yang dinilai tidak memiliki dasar hukum internasional, sedangkan India memperingatkan bahwa kebijakan tersebut dapat memengaruhi hubungan bilateral dengan Washington.

Di sisi lain, kebijakan Trump berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dunia. Pemerintah AS berharap peningkatan pasokan solar dapat membantu menekan harga bahan bakar menjelang pemilihan sela pada 3 November 2026.

Keputusan itu juga menjadi perhatian politik domestik karena Partai Republik berupaya mempertahankan keunggulan tipis di kedua kamar Kongres. Sementara itu, utusan investasi Putin, Kirill Dmitriev, menyambut baik penangguhan tersebut dan menyebutnya sebagai momen bersejarah bagi hubungan ekonomi Rusia dan AS.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...