Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menjadi perhatian setelah mengalami delapan kali erupsi pada Minggu (18/10/2026). Kolom abu tertinggi yang teramati mencapai 657 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Mengutip laporan ANTARA pada Minggu (18/10/2026), erupsi Gunung Anak Krakatau menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak atau 657 mdpl. Informasi tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemantauan aktivitas gunung api oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Dalam laporan yang sama, Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, menyampaikan bahwa aktivitas erupsi kembali terjadi pada Minggu. Salah satu letusan yang terpantau menghasilkan kolom abu cukup tinggi di kawasan Selat Sunda.
Sementara itu, Darilaut dalam pemberitaan yang diterbitkan Senin (19/10/2026) melaporkan, PVMBG mencatat delapan kali erupsi sepanjang Minggu. Letusan tersebut berlangsung pada sejumlah waktu, mulai pagi hingga malam hari.
Berdasarkan laporan tersebut, beberapa erupsi menghasilkan kolom abu dengan ketinggian bervariasi, mulai sekitar 5 meter hingga 500 meter di atas puncak. Pada erupsi malam hari, tinggi kolom abu tidak teramati, tetapi aktivitasnya terekam melalui seismograf.
Sebelumnya, detikNews juga melaporkan terjadinya tiga kali erupsi pada Minggu siang. Dalam laporan yang diterbitkan pukul 13.57 WIB, kolom abu dari salah satu letusan tercatat mencapai 257 mdpl, dengan warna kelabu hingga hitam dan intensitas tebal mengarah ke timur laut.
Perbedaan jumlah erupsi dalam laporan tersebut berkaitan dengan waktu pengamatan. Laporan siang hari mencatat aktivitas hingga waktu penerbitan, sedangkan laporan yang merangkum kejadian sepanjang hari mencakup erupsi hingga malam.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi
