Presiden Prabowo Subianto berencana membangun gelanggang pacuan kuda berstandar internasional di Sulawesi Utara. Rencana tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus setelah bertemu Prabowo di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Yulius mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut menjadi salah satu topik pembicaraan dalam pertemuannya dengan Presiden sekitar lima hari sebelum pernyataan itu disampaikan. Ia mengungkapkan rencana tersebut saat berada di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa, Minggu (25/10/2026).
Menurut Yulius, rencana pembangunan arena bertaraf internasional itu menjadi peluang untuk mengembangkan olahraga berkuda di Sulawesi Utara. Dukungan diharapkan dapat menjangkau berbagai pihak yang terlibat, mulai dari atlet dan joki hingga pelatih, pemilik kuda, serta pengelola kandang kuda pacu atau stable.
Rencana tersebut disampaikan setelah Sulawesi Utara meraih gelar juara umum Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Pordasi ke-60 tahun 2026. Kontingen tuan rumah memastikan gelar tersebut setelah rangkaian pertandingan seri kedua Indonesia’s Horse Racing (IHR) digelar di Tompaso pada Sabtu (24/10/2026).
Keberhasilan itu sekaligus membawa Sulawesi Utara meraih Piala Presiden. Yulius menyebut pencapaian tersebut sebagai catatan bersejarah bagi daerahnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjut Yulius, juga akan mendukung pembinaan atlet melalui kegiatan fisik maupun nonfisik. Pembinaan nonfisik mencakup pembekalan untuk meningkatkan kemampuan atlet dan menunjang daya saing mereka di tingkat nasional.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi awal bagi atlet, joki, pelatih, dan kuda pacu asal Sulawesi Utara untuk bersaing di tingkat internasional.
Berdasarkan akumulasi hasil seri pertama di Pangandaran, Jawa Barat, dan seri kedua di Tompaso, Sulawesi Utara mengumpulkan 149 poin. Jawa Barat berada di posisi kedua dengan 44,5 poin, diikuti Papua Selatan dengan 39,5 poin, Jawa Tengah 33,5 poin, serta DKI Jakarta dengan 24 poin.
Yulius juga menilai persaingan dalam kejuaraan tahun ini berlangsung ketat. Sejumlah peserta dari berbagai provinsi tampil dengan kemampuan terbaik, bahkan selisih finis dalam beberapa perlombaan hanya terpaut setengah badan atau setengah kepala.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi
