Indonesia menjadi salah satu pasar ekspor teknologi keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI) dari Korea Selatan. Perusahaan teknologi S2W dilaporkan mengekspor platform keamanan ke Indonesia dengan nilai transaksi mencapai US$ 2,25 juta.
Mengutip laporan Korea Wave pada Minggu (25/10/2026), belum ada keterangan lebih lanjut mengenai perusahaan penerima di Indonesia maupun waktu pelaksanaan ekspor tersebut.
Pameran yang berlangsung pada 21-24 Oktober 2026 di Songdo Convensia itu diselenggarakan bersama oleh Kepolisian Nasional Korea Selatan dan Pemerintah Kota Incheon. Kegiatan ini diikuti 245 perusahaan dengan sekitar 880 stan yang menampilkan beragam inovasi keamanan.
Teknologi yang diperkenalkan mencakup sistem analisis video, robot patroli otonom, drone untuk penindakan pelanggaran lalu lintas, hingga perangkat pendukung penyelidikan ilmiah.
Selain transaksi S2W dengan Indonesia, perusahaan IDS juga menandatangani kontrak ekspor perangkat sumber cahaya khusus senilai US$ 2,6 juta dengan Kepolisian Afrika Selatan.
Kepolisian Korea Selatan menargetkan nilai kontrak ekspor lebih dari US$ 6,9 juta melalui pameran tahun ini. Sebagai perbandingan, total kontrak ekspor dalam dua penyelenggaraan sebelumnya tercatat mencapai US$ 9,29 juta.
Salah satu inovasi yang dipamerkan adalah sistem analisis rekaman kamera pengawas dari Innodep. Teknologi ini memungkinkan pengguna mencari rekaman berdasarkan deskripsi bahasa sehari-hari, misalnya ciri pakaian seseorang, tanpa harus memasukkan banyak parameter secara manual.
Sistem tersebut juga dapat membantu mengidentifikasi waktu seseorang terekam, durasi keberadaannya di lokasi tertentu, serta menelusuri pergerakannya. Bersama Robotis AI, teknologi analisis video itu diterapkan pada robot otonom luar ruangan GAEMI untuk mendukung pemantauan di area yang sulit dijangkau kamera tetap.
Inovasi lain datang dari Universitas Perempuan Sungshin yang mengembangkan teknologi permintaan pertolongan otomatis bagi orang dalam situasi berbahaya yang tidak dapat melapor secara langsung. Sistem ini menggabungkan indikator psikologis, fisik, dan geografis, tetapi masih dalam tahap persiapan uji demonstrasi.
Sementara itu, Inatron memperkenalkan perangkat pendeteksi sinyal transmisi video dari kamera tersembunyi. Perangkat tersebut dapat mengirimkan peringatan ke telepon pintar pengelola dan memblokir transmisi video ketika mendeteksi sinyal mencurigakan.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi
