Regional

Kemenhub Desak KAI Penuhi Target Pengadaan 8 Rangkaian KRL

Pemenuhan kebutuhan armada kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dari target pengadaan 35 rangkaian yang disepakati pada 2023, pemerintah masih menunggu pemenuhan delapan rangkaian tambahan.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Allan Tandiono mengatakan pemenuhan armada tersebut diperlukan untuk mendukung pelayanan kepada penumpang. Pemerintah menargetkan seluruh 35 rangkaian dalam komitmen awal dapat beroperasi paling lambat pada 2027.

Hingga saat ini, KAI telah mendatangkan 11 rangkaian dari China. Sementara itu, pemesanan 16 rangkaian melalui PT Industri Kereta Api (Inka) masih menyisakan sembilan rangkaian dalam tahap produksi. Tujuh rangkaian lainnya telah mulai melayani penumpang.

Dari sembilan rangkaian yang belum selesai, dua ditargetkan beroperasi pada 2026 dan tujuh lainnya pada 2027. Pemenuhan delapan rangkaian yang tersisa diperlukan untuk melengkapi target pengadaan sebelumnya.

Di sisi lain, kebutuhan armada berpotensi bertambah. Allan mengatakan terdapat arahan Presiden untuk menghadirkan 30 rangkaian KRL baru di luar pengadaan yang telah disepakati. Kereta berkapasitas lebih besar juga dipertimbangkan untuk menggantikan rangkaian lama yang lebih pendek, terutama guna membantu mengatasi kepadatan pada jam sibuk.

Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi meminta KAI menuntaskan komitmen pengadaan tersebut. Pemenuhan kebutuhan dapat ditempuh melalui pembuatan kereta di dalam negeri maupun impor.

Adapun rencana pembelian dua rangkaian melalui skema retrofit atau pembaruan kereta lama masih menunggu kepastian. KAI perlu memastikan apakah skema bersama Inka tetap digunakan atau diganti dengan pembelian kereta baru.

Untuk opsi impor KRL bekas dari Jepang, Kemenhub belum memberikan persetujuan akhir. Pemerintah masih menelaah spesifikasi teknis yang diajukan KAI, termasuk pengaturan tempat duduk dan fasilitas toilet.

Selain jumlah armada, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Kemenhub bersama KAI dan Inka tengah mengevaluasi gangguan pada sejumlah KRL produksi dalam negeri. Kereta yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan wajib dihentikan sementara dari operasional.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...