RSUD Pasar Minggu mencatat 4.932 kunjungan layanan radioterapi sepanjang Januari hingga September 2026. Tingginya kebutuhan penanganan kanker tersebut mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji penambahan fasilitas radioterapi di rumah sakit tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pihaknya meminta jajaran terkait mengkaji penambahan satu unit Linear Accelerator (LINAC), perangkat yang digunakan untuk memberikan terapi radiasi kepada pasien kanker. Penambahan alat ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus mempermudah akses pengobatan.
Permintaan tersebut disampaikan Pramono saat meresmikan Oncology Center RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga berdialog dengan sejumlah pasien kanker, termasuk pasien rujukan dari luar Jakarta.
Pramono menyoroti kebutuhan radioterapi yang mengharuskan pasien menjalani pengobatan secara berulang. Menurutnya, peningkatan fasilitas diperlukan agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak pasien.
Oncology Center RSUD Pasar Minggu menyediakan layanan penanganan kanker secara terintegrasi, mulai dari deteksi dan diagnosis dini, kemoterapi, radioterapi, bedah onkologi, hingga ginekologi onkologi. Fasilitas tersebut juga mencakup rehabilitasi, perawatan paliatif, dan navigasi pasien.
Pelayanan didukung tim medis multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis onkologi, bedah onkologi, ginekologi onkologi, radiologi, perawat onkologi, serta tenaga kesehatan terkait.
Selain layanan kanker, RSUD Pasar Minggu juga mengembangkan pelayanan unggulan untuk penanganan stroke, penyakit ginjal dan saluran kemih, jantung, kesehatan ibu dan anak, serta traumatologi.
Berdasarkan data rumah sakit, sepanjang Januari hingga Oktober 2026 tercatat 240.629 kunjungan rawat jalan, 30.228 kunjungan instalasi gawat darurat, 22.023 pasien rawat inap, serta 5.532 kunjungan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up .
Pramono menegaskan, pengembangan fasilitas kesehatan harus disertai peningkatan kualitas pelayanan dan kemudahan akses bagi masyarakat. Ia meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama fasilitas kesehatan terkait memperkuat koordinasi dan evaluasi layanan secara berkelanjutan.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi
