National

BPS Catat Produksi Padi dan Jagung Turun pada September 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan produksi padi dan jagung pada September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan produksi padi diperkirakan mencapai 18,29 persen, sedangkan produksi jagung turun 6,46 persen.

Realisasi luas panen padi pada September 2026 tercatat sebesar 0,91 juta hektare, turun 19,40 persen dibandingkan September 2025 yang mencapai 1,13 juta hektare.

Sejalan dengan penurunan luas panen tersebut, produksi padi pada September 2026 diperkirakan mencapai 4,88 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut turun 18,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,97 juta ton GKG.

Produksi beras pada September 2026 juga diperkirakan mencapai 2,81 juta ton atau turun 18,25 persen dibandingkan September 2025.

Secara kumulatif, realisasi luas panen padi sepanjang Januari-September 2026 mencapai 9,24 juta hektare. Jumlah tersebut turun 2,23 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

BPS juga memperkirakan potensi luas panen padi pada Oktober-Desember 2026 mencapai 1,54 juta hektare atau turun 17,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan perkiraan tersebut, produksi padi pada tiga bulan terakhir 2026 diprediksi mencapai 8,69 juta ton GKG atau turun 16,30 persen. Sementara itu, produksi beras diperkirakan sebesar 5,01 juta ton, turun 16,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BPS menjelaskan, potensi penurunan produksi pada periode tersebut dipengaruhi dampak El Nino yang tahun ini diperkirakan lebih kuat dibandingkan 2023. Dampaknya diperkirakan semakin terasa dalam tiga bulan ke depan. Meski demikian, produksi padi pada periode Januari-Agustus 2026 masih mencatat peningkatan.

Selain padi, BPS juga melaporkan penurunan luas panen jagung pada September 2026. Luas panen tercatat sebesar 0,21 juta hektare atau turun 3,59 persen dibandingkan September 2025.

Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) pada September 2026 diperkirakan mencapai 1,30 juta ton. Angka tersebut turun 6,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, produksi jagung secara kumulatif masih mencatat pertumbuhan. Sepanjang Januari-September 2026, produksi JPK KA 14 persen mencapai 13,16 juta ton atau meningkat 2,73 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...