World

Hampir 1 Miliar Barel Minyak Terkuras dari Cadangan Global, CEO ADNOC Peringatkan Krisis Energi

Hampir satu miliar barel minyak telah terkuras dari persediaan global sejak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran mengganggu jalur pengiriman energi melalui Selat Hormuz. CEO Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), Sultan Ahmed al-Jaber, memperingatkan bahwa gangguan tersebut telah mengikis cadangan penyangga energi dunia dan meningkatkan kerentanan pasokan.

Dalam konferensi energi ADIPEC 2026 di Abu Dhabi, Senin (2/11), Al-Jaber mengatakan biaya pengiriman dan logistik kini melonjak hingga lebih dari 30 persen dari biaya per barel minyak. Sebelum perang, komponen tersebut hanya menyumbang kurang dari 5 persen. Menurut laporan Reuters, kondisi ini menunjukkan bahwa keamanan energi tidak hanya bergantung pada kemampuan memproduksi minyak, tetapi juga memastikan pasokan dapat dikirimkan ke konsumen.

Al-Jaber juga menyebut stok diesel di sejumlah pasar telah mencapai titik terendah dalam 35 tahun untuk periode yang sama. Sementara itu, beberapa pasar menghadapi kesenjangan pasokan gas alam cair (LNG) yang diperkirakan mencapai 600 miliar kaki kubik. Gangguan distribusi energi turut mendorong harga diesel di sejumlah pasar naik ke rekor tertinggi, meningkatkan tekanan inflasi dan biaya hidup.

“Realitas baru ini berarti kita membutuhkan perluasan penyimpanan strategis dan kapasitas pengilangan yang fleksibel, lebih dekat dengan pasar konsumen,” kata Al-Jaber.

Ia menyerukan penguatan cadangan strategis, peningkatan stok produk energi, serta pembangunan infrastruktur dan jalur distribusi yang lebih tangguh. Menurutnya, infrastruktur perlu dibangun sebelum krisis terjadi, didukung oleh sistem logistik yang mampu menjaga kelancaran pasokan saat terjadi gangguan.

Peringatan tersebut muncul ketika gangguan di Selat Hormuz terus menekan arus perdagangan energi global. Jalur perairan strategis itu menjadi salah satu jalur utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk. Al-Jaber menilai pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat ketahanan energi, termasuk melalui investasi pada penyimpanan, infrastruktur, dan sistem yang dapat mengantisipasi risiko.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...