World

Harga Minyak Dunia Turun Hampir 4 Persen, Brent ke US$109 per Barel

Harga minyak mentah dunia melemah hampir 4 persen pada perdagangan Senin (2/11/2026). Penurunan terjadi di tengah harapan kemajuan upaya diplomatik untuk meredakan konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, yang berpotensi mengurangi risiko gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah.

Mengutip data perdagangan pada pukul 16.00 WIB, harga minyak mentah Brent turun US$4,20 atau 3,7 persen menjadi US$109,23 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah US$3,98 atau 3,8 persen ke posisi US$100,14 per barel.

Penurunan harga terjadi setelah muncul sinyal bahwa perundingan antara Iran dan Qatar masih memiliki peluang untuk berlanjut. Para negosiator Iran memang meninggalkan pertemuan di Doha pada Minggu (1/11/2026), tetapi seorang pejabat yang mengetahui pembicaraan tersebut menyebut kepergian itu bukan disebabkan kebuntuan negosiasi.

Analis pasar KCM Trade, Tim Waterer, menilai harapan terhadap kemajuan diplomatik dan tidak adanya eskalasi militer berarti selama akhir pekan turut meredakan tekanan di pasar minyak.

Koreksi tersebut terjadi setelah harga Brent pada akhir Oktober 2026 ditutup pada level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Saat itu, kekhawatiran terhadap kemungkinan meningkatnya kembali konflik AS-Iran mendorong harga minyak menguat.

Meski demikian, prospek pasar minyak masih dibayangi risiko gangguan pasokan. Goldman Sachs bahkan menaikkan proyeksi harga minyak pada Minggu (1/11/2026) karena menilai risiko terhadap pasokan masih tinggi.

Perkembangan diplomatik antara Iran dan Qatar menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar. Jika ketegangan mereda, kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah berpotensi berkurang. Sebaliknya, meningkatnya kembali konflik dapat memicu tekanan kenaikan harga.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...