Metropolitan

Jakarta Andalkan PLTSa dan RDF untuk Olah 7.000 Ton Sampah

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan penambahan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui pembangunan dua hingga tiga pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Rencana ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di ibu kota.

Pramono menyampaikan rencana tersebut dalam pertemuan Komite Eksekutif CityNet ke-46 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026). Ia menyebut kebutuhan pengolahan melalui fasilitas yang direncanakan mencapai sekitar 7.000 ton sampah.

Untuk mendukung penanganan sampah, Pemprov DKI Jakarta juga mengoperasikan fasilitas refuse derived fuel (RDF) Rorotan yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus menggalakkan pemilahan sampah serta penguatan tempat pengolahan sampah dengan prinsip reduce, reuse, recycle (TPS 3R). Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang harus ditangani melalui fasilitas pengolahan akhir.

Pramono berharap berbagai fasilitas dan program tersebut dapat membantu menyeimbangkan jumlah sampah yang dihasilkan Jakarta dengan kemampuan pengolahannya.

Namun, pemerintah daerah belum mengumumkan lokasi, besaran investasi, maupun target operasional dua hingga tiga PLTSa yang direncanakan.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...