Singapura akan mendorong pembentukan pusat koordinasi di Indonesia untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap lintas batas saat menjabat sebagai Ketua ASEAN pada 2027.
Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu mengatakan pusat tersebut akan menjadi sarana untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi antarnegara anggota ASEAN dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
Pembentukan pusat koordinasi itu dapat dilakukan setelah enam negara anggota meratifikasi perjanjian pendiriannya. Singapura berencana menyerahkan instrumen ratifikasi dalam beberapa hari ke depan sekaligus mendorong negara anggota lainnya untuk melakukan hal serupa.
“Singapura akan menyerahkan instrumen ratifikasi kami untuk perjanjian pendirian dalam beberapa hari ke depan, dan kami akan sangat mendorong negara-negara anggota ASEAN lain melakukan hal yang sama,” ujar Fu dalam rapat parlemen, Selasa (3/11), dikutip dari Channel NewsAsia.
Selain pembentukan pusat koordinasi, Singapura juga akan memperkuat implementasi Perjanjian ASEAN tentang Polusi Kabut Lintas Batas yang diadopsi pada 2002.
Fu mengatakan Singapura siap mendukung pembahasan regional mengenai penanganan kabut asap, termasuk berbagi langkah yang akan ditempuh terhadap perusahaan yang bertanggung jawab atas pencemaran tersebut.
Singapura juga berencana bekerja sama dengan Indonesia membentuk satuan tugas gabungan untuk menyelidiki perusahaan yang terkait dengan kebakaran hutan dan lahan.
Upaya lainnya mencakup peningkatan pengelolaan lahan dan lahan gambut secara berkelanjutan serta penerapan pedoman pembakaran tanaman untuk mengatasi akar penyebab kabut asap lintas batas.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia selama ini turut berdampak pada negara tetangga, termasuk Singapura dan Malaysia.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi
