World

Mojtaba Khamenei Tegaskan Pemilu AS Tak Akan Ubah Sikap Washington terhadap Iran

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menilai pergantian kekuatan politik di Amerika Serikat (AS) tidak akan mengubah kebijakan negara tersebut terhadap Teheran. Pernyataan itu disampaikan setelah Partai Demokrat berhasil merebut kendali Kongres dalam pemilihan paruh waktu AS pada Selasa (3/11/2026).

Dalam pernyataan tertulis yang dipublikasikan melalui situs resminya pada Rabu (4/11/2026), Khamenei memperingatkan masyarakat Iran agar tidak berharap perubahan komposisi partai di pemerintahan AS akan mengakhiri permusuhan kedua negara.

Ia juga mengkritik pihak-pihak yang meyakini pemberian konsesi kepada Washington dapat menghentikan tekanan terhadap Iran. Menurut Khamenei, perubahan faksi politik tidak serta-merta mengubah perilaku AS terhadap negaranya.

Hasil pemilu sela tersebut menjadi pukulan politik bagi Presiden AS Donald Trump. Sejumlah persoalan domestik, termasuk kenaikan biaya hidup, kebijakan tarif, dan perang melawan Iran yang berdampak pada harga bahan bakar, disebut menjadi faktor yang memengaruhi hasil pemungutan suara.

Di tengah situasi tersebut, Khamenei turut memperingatkan kemungkinan meluasnya konflik apabila AS dan Israel kembali menyerang Iran. Ia menyatakan cakupan perang akan jauh lebih besar jika agresi terhadap negaranya terulang.

Ancaman itu muncul ketika upaya diplomatik masih berlangsung untuk mencegah pecahnya kembali pertempuran. Perang AS-Israel melawan Iran telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.

Sementara itu, Kepala Negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menafsirkan hasil pemilu sebagai penolakan masyarakat AS terhadap perang. Melalui platform X, ia menyatakan dukungan terhadap pesan tersebut dan memperingatkan pemerintah AS agar tidak mengabaikan kehendak pemilih.

Kepala Peradilan Iran Gholamhossein Mohseni Ejei juga menanggapi hasil pemilu tersebut. Ia menyebut Trump telah mengalami kekalahan secara militer maupun politik dan menyatakan Iran akan terus memberikan tekanan kepada pemerintah AS.

Mojtaba Khamenei sendiri belum tampil di hadapan publik sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Maret 2026. Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan AS-Israel pada awal perang. Sejak menjabat, komunikasinya disampaikan melalui pernyataan tertulis.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...