National

BNPB Perbarui Penanganan Banjir dan Cuaca Ekstrem di Tiga Provinsi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan penanganan sejumlah bencana alam di Indonesia. Banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh dilaporkan telah surut dan penanganannya selesai. Sementara itu, penanganan dampak banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur masih berlangsung.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, mengatakan banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, telah tertangani setelah debit air berangsur surut.

“Di Aceh, Pidie Jaya, sudah terselesaikan dengan baik,” ungkap Berton dalam konferensi pers, Rabu (4/11).

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat. Debit air banjir di wilayah tersebut dilaporkan telah surut sehingga penanganannya dinyatakan selesai.

Berton menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana. Menurutnya, para petugas dan relawan telah bekerja bahu-membahu membantu masyarakat serta meringankan beban warga terdampak.

Sementara itu, penanganan banjir di Jawa Timur masih terus berlangsung. Meski demikian, jumlah keluarga terdampak banjir yang terjadi pada 2 November tercatat mengalami penurunan menjadi 1.417 kepala keluarga (KK). “Sekarang menjadi 1.417 KK dan saat ini juga masih tetap dalam penanganan,” ujarnya.

Selain banjir, BNPB juga mencatat kejadian cuaca ekstrem di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut berdampak pada 33 kepala keluarga dan menyebabkan satu fasilitas pendidikan mengalami kerusakan ringan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Brebes telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat, Pemerintah Desa Tegalgandu, serta unsur terkait lainnya. Petugas juga melakukan asesmen, pendataan, dan pemantauan kondisi di lokasi terdampak.

Di Jawa Timur, cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Sumenep. Sebanyak 11 keluarga terdampak dan 11 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan. BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Sumenep telah melakukan asesmen serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. “Bantuan berupa sembako maupun terpal untuk para korban,” tuturnya.

Sementara itu, banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Malang pada 1 November berdampak terhadap 24 keluarga. Bencana tersebut melanda delapan kecamatan, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Penanganan di wilayah tersebut dilakukan BPBD Kabupaten Malang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, pemerintah desa, PMI, Tagana, serta unsur terkait lainnya.

Tim gabungan juga mengerahkan alat berat dan tangki air untuk membersihkan material yang menutup sejumlah ruas jalan sekaligus mendukung pemulihan wilayah terdampak.

“Juga dikirimkan tim, ekskavator, tangki air untuk membersihkan beberapa ruas jalan yang sedang terdampak serta melakukan monitoring wilayah di Gandusari, Tirtoyudo,” terangnya.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...