World

Iran Klaim Kekuatan Militer Meningkat dan Siap Hadapi Serangan Baru AS

Militer Iran mengklaim kini memiliki kesiapan tempur lebih tinggi dibandingkan saat menghadapi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Februari 2026. Teheran menyatakan pengalaman dari konfrontasi sebelumnya membuat angkatan bersenjatanya semakin kuat dan siap menghadapi kemungkinan serangan lanjutan.

Juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia mengatakan peningkatan tersebut terlihat dari kesiagaan, motivasi, komitmen, dan kepercayaan diri pasukan.

“Saat ini angkatan bersenjata Iran berada dalam tingkat kesiagaan yang lebih tinggi dan lebih kuat dibandingkan saat awal perang, setelah memperoleh pengalaman dari konfrontasi langsung dengan AS dan Israel,” kata Akraminia kepada kantor berita IRNA, Sabtu (7/11).

Akraminia juga menegaskan Iran masih mengendalikan Selat Hormuz. Menurutnya, jalur perairan strategis tersebut akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat memenuhi seluruh tuntutan Teheran.

Ia menambahkan, respons militer Iran terhadap ancaman berikutnya akan dilakukan tanpa batasan geografis.

Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan sejumlah media AS mengenai persiapan militer Washington untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran. Serangan itu disebut berpotensi menyasar fasilitas nuklir dan menggunakan bom Mother of All Bombs (MOAB).

Sebelumnya, AS dilaporkan telah melancarkan serangan terbatas di Pulau Qeshm yang berada dekat Selat Hormuz. Kantor berita Tasnim juga melaporkan dua rudal kembali menghantam pulau tersebut pada Sabtu, meski belum ada informasi mengenai dampak kerusakan.

Di sisi lain, militer Iran mengklaim sistem pertahanan udaranya berhasil menghancurkan sebuah drone milik AS yang terbang di atas Pulau Qeshm. Belum ada laporan lebih lanjut mengenai dampak serangan terhadap wilayah tersebut.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...