National

Momen Polisi Sujud Mohon Ampun Atas Tragedi Kanjuruhan Viral, Ini Kata Psikolog Forensik Reza Indragiri

Personel Polresta Malang Kota melakukan sujud bersama untuk memohon ampun dan maaf atas tragedi di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober.

Momen sujud bersama itu diunggah dalam akun Twitter @polrestamakota, Senin (10/10/2022).

Advertisement

“Mohon ampun kami kepada-Mu ya Rabb atas peristiwa yang terjadi pada 1 Oktober silam. Tak lupa permohonan maaf juga kami haturkan kepada korban dan keluarganya beserta Aremania Aremanita. Kabulkan doa kami, ya Rabb,” demikian keterangan dalam unggahan itu.

Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel pun menanggapi momen sujud bersama yang kemudian viral itu.

“Pemandangan di atas memang mengharukan. Mengingatkan saya pada aksi simpatik serupa yang dilakukan oleh banyak personel polisi pasca tewasnya George Floyd di lutut polisi,” tulis Reza Indragiri dalam pernyataan yang dibagikan kepada redaksi Most 1058, Senin (10/10/2022).

Pria yang juga berprofesi sebagai dosen ini berharap momen di Polresta Malang Kota bersujud bisa meyakinkan publik bahwa polisi sungguh-sungguh menjalankan ‘reformasi kepolisian’ yang digemakan lagi hari-hari belakangan ini.

Masih dalam tulisannya, ia berharap Presiden Jokowi mengeluarkan semacam executive order (EO) khusus terkait persenjataan dan prosedur penanganan massa oleh Polri yang sifatnya ‘memaksa’. Menurutnya, executive order semacam itu pernah dikeluarkan Presiden Obama saat polisi di Amerika Serikat juga dinilai brutal laiknya organisasi paramiliteristik.

“Isi EO itu adalah panduan detil tentang daftar peralatan yang dilarang dan dikendalikan; kebijakan, pelatihan, dan protokol penggunaan peralatan; proses akuisisi peralatan; transfer, penjualan, pengembalian, dan penghancuran peralatan; serta pengawasan, kepatuhan, dan implementasi,” lanjut Reza

Orang Indonesia pertama yang mendapat gelar Master Psikologi Forensik ini menilai penting langkah tersebut dilakukan.

Ia pun menyinggung pada tahun 2020 terjadi peningkatan anggaran Polri enam kali lebih tinggi daripada tahun sebelumnya untuk pengadaan peralatan pengendali massa, antara lain gas air mata. Hal itulah yang menurut Reza mengindikasikan bahwa polisi sudah punya ramalan akan banyak situasi massa yang bakal dihadapi dengan cara keras.

“Penggunaan cara keras itu merefleksikan derajat kesantunan (civility) personel, sekaligus mengisyaratkan tingginya legal cynicism di masyarakat. Legal cynicism yang ditandai oleh ketidakpatuhan masyarakat pada hukum dan keengganan masyarakat bekerjasama dengan polisi,” tutup Reza.

#RAP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...