Government

Percepat Rehabilitasi Pascabencana Sulteng, Kementerian PUPR Selesaikan Huntap Tahap 2A di Donggala

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan tengah mempercepat penyelesaian Hunian Tetap (Huntap) yang diperuntukan untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi tengah (Sulteng). Proses penyelesaian telah mencapai sebanyak 73 unit rumah di Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.

“Kami terus berupaya mempercepat proses pembangunan Huntap Tahap 2A pascabencana Sulteng. Kami juga menugaskan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi II untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam proses pembangunan Huntap tersebut,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto. 


(Proyek Huntap akan dialokasikan untuk masyarakat Sulteng yang menjadi korban bencana alam)

Berdasarkan data Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II, Ditjen Perumahan, secara keseluruhan Huntap Tahap 2A dibangun sebanyak 712 unit yang tersebar di 15 lokasi, di antaranya Kabupaten Donggala berada di Desa Wani (73 unit), Tompe 1 (44), Tompe 2 (83), Tompe 3 (161), Lende (68), Lompio (16). Selanjutnya di Desa Tanjung Padang (13), Lende Ntovea 1 (10), Lende Ntovea 2 (44), Ganti (17), Loli Dondo (16), Loli Saluran (18), Loli Tasiburi III (17), dan lokasi mandiri di Kota Palu (104) dan Talise Panau sebanyak 26 unit. 

Iwan Suprijanto menjelaskan mengenai pembangunan Huntap ini. Dimana Tahap 2A ini akan menjadi tahapan krusial untuk masyarakat yang menjadi korban dari bencana di Sulteng. Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan pun akan turut bertanggung jawab atas penyediaan hunian supaya masyarakat dapat segera menempati hunian yang layak dan memiliki konstruksi bangunan yang aman serta berkualitas.


(Pihak Kementerian PUPR mengawasi langsung proses penyelesaian Huntap)

“Percepatan pembangunan Huntap bukan hanya proyek semata tetapi juga bagian dari operasi kemanusiaan agar masyarakat terdampak bisa segera pindah dan menempati hunian yang layak,” kata Iwan Suprijanto. 

Pembangunan Huntap tersebut dilaksanakan dengan menggunakan teknologi rumah tahan gempa Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan nantinya dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung sehingga dapat menjadi hunian nyaman bagi masyarakat. Huntap dibangun tipe 36 Plus dengan luas lahan 10X15 meter untuk tiap unit dilengkapi ruang tamu, 2 kamar tidur, dapur, dan kamar mandi.

Sumber pendanaan pembangunan Huntap dari Central Sulawesi Rehabilitation and Reconstruction Project (CSRRC) dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya Beton- PT Murni Konstruksi Indonesia (KSO). “Secara konstruksi bangunan Huntap sudah hampir rampung seluruhnya. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Pemda, sehingga asetnya bisa segera diserahterimakan untuk dihuni masyarakat,” kata Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah Erpika Ansela Surira. 

(RRY)

 

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...