National

Presiden Jokowi Terima Pertanyaan “Kritis” dari Pelajar Sekolah Dasar di Papua Terkait Pemindahan Ibu Kota Negara

Dua periode menjabat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam masa kerjanya seringkali mengatakan bahwa dirinya fokus dalam isu pembangunan infrastruktur yang merata ke seluruh daerah di Indonesia. 

Salah satu daerah yang seringkali Presiden Jokowi bicarakan terkait pembangunan infrastruktur yang merata adalah Papua. 

Mengutip dari website resmi kepresidenan, Presiden Jokowi memang memfokuskan pembangunan infrastruktur di Papua dalam mewujudkan pembangunan yang Indonesiasentris. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam sambutannya pada peresmian Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Jayapura, Selasa, (21/3/2023) lalu.

“Saya sampaikan bahwa pembangunan Indonesia sekarang bukan jawa sentris tetapi indonesiasentris, dan Tanah Papua menjadi prioritas dari pembangunan yang kita lakukan,” ucap Presiden.

Sehingga, wajar rasanya jika pada akhirnya Papua seringkali menjadi sorotan media terkait pembangunan infrastruktur yang sangat besar di sana. 

Dengan adanya pembangunan yang tengah terus digalakan di Papua, nyatanya membuat sejumlah masyarakat Papua bertanya mengapa Papua tidak dijadikan Ibu Kota Negara oleh Presiden Jokowi.

Pertanyaan mengenai mengapa Papua tidak ditunjuk menjadi Ibu Kota Negara nyatanya benar-benar muncul ketika Presiden Jokowi menghadiri audiensi dengan sejumlah pelajar di Papua.

Pertanyaan tersebut disampaikan oleh salah seorang pelajar Sekolah Dasar bernama Kesia. Kesia bertanya, mengapa ibu kota negara tidak pindah saja ke Papua.

“Kenapa ibu kota negara tidak dipindahkan saja ke Papua?” tanya anak yang berasal dari Kota Sorong tersebut.

Mendengar hal tersebut, Presiden Jokowi langsung memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang disampaikan oleh Kesia. Menurut Presiden Jokowi, Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas. Dengan wilayah yang luas tersebut, Presiden Jokowi memilih Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk dibangun di Kalimantan dengan pertimbangan posisinya yang tepat berada di tengah wilayah Indonesia, sehingga memudahkan akses dari segala penjuru wilayah. 

“Indonesia ini sangat besar, dari Papua sampai ke Aceh, dari Sabang sampai Merauke ya, sangat luas sekali,” ujar Presiden Jokowi.

“Kalau dipilih yang timur-kalau ibu kotanya dipilih di Papua-yang dari Aceh ke Papua itu kalau ke sini jauh sekali, 9 jam dari Aceh ke Papua naik pesawat, lho, itu. Kalau naik kapal bisa berminggu-minggu,” ungkapnya.

“Jadi dipilih ibu kota itu di tengah-tengah sehingga dipilih Nusantara di Kalimantan. Di tengah-tengah, dari timur dekat, dari Papua dekat, dari Aceh juga dekat, dari utara juga dekat, dari selatan juga dekat. Jadi dipilih di tengah-tengah,” lanjut Jokowi.

Pertanyaan yang disampaikan Kesia ini membuat Presiden Jokowi kagum dengan para pelajar Papua. Menurutnya, pelajar Papua adalah sosok pelajar yang pintar dan juga berani. Hal tersebut dibuktikan melalui pertanyaan Kesia yang relatif terbilang “kritis” di usianya yang masih sangat muda.

“Ini anak-anak di Papua ini pintar dan berani. Baik anak-anakku semuanya, terima kasih atas kehadirannya pada pagi hari ini dan semuanya semangat belajar semuanya ya dan hati-hati semuanya pulang sampai ke rumah masing-masing di kabupaten dan kotanya masing-masing,” pungkasnya.

(RRY)

 

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...