Government National

Resmi! Presiden Jokowi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Meresmikan Bendungan Karian

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Agraria dan Tata Ruang Hadi Tjahjanto, PJ Gubernur Banten Al Muktabar, dan PJ Bupati Lebak Iwan Kurniawan, meresmikan Bendungan Karian. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menjadi salah satu prestasi besar pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Bendungan Karian, yang terletak di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Provinsi Banten, adalah bendungan multifungsi dengan dimensi yang mengesankan. Dibangun sejak 2015, bendungan ini menelan biaya sekitar Rp2,27 triliun dan memiliki volume tampungan sebesar 315 juta m3 serta luas genangan mencapai 1.773 Ha.

Presiden Jokowi menyampaikan rasa bangga atas penyelesaian proyek ini, menyebut Bendungan Karian sebagai salah satu bendungan terbesar yang pernah dibangun di Indonesia. Manfaat dari bendungan ini sangat besar, terutama untuk masyarakat di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan sebagian kecil di Jawa Barat.

Manfaat Bendungan Karian:

  1. Irigasi bagi 22.000 Ha Sawah: Bendungan ini akan memberikan manfaat irigasi yang luas, meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
  2. Pemenuhan Kebutuhan Air Baku: Dengan kapasitas 14,6 m3 per detik, bendungan akan memenuhi kebutuhan air baku di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan wilayah sekitarnya.
  3. Reduksi Banjir: Bendungan Karian juga memiliki manfaat dalam mereduksi risiko banjir, terutama di kawasan hilir bendungan. Sejumlah area di Kecamatan Rangkasbitung dan Kabupaten Serang diharapkan akan mendapatkan perlindungan dari genangan air.
  4. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM): Dengan kapasitas 1,8 MW, bendungan ini tidak hanya memberikan manfaat air tetapi juga berkontribusi pada penyediaan energi listrik.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Bob Arthur Lombogia, menjelaskan bahwa Bendungan Karian memiliki peran krusial dalam memenuhi kebutuhan air baku. Intake Karian dan Intake Ciuyah dengan kapasitas yang signifikan akan mengalirkan air ke sejumlah daerah, termasuk Jakarta Barat, Kabupaten Bogor, dan Banten.

BACA JUGA: Peresmian 3 Jembatan Callender Hamilton (CH) oleh Presiden Jokowi dan Menteri Basuki Hadimuljono Membuka Era Konektivitas Baru di Jawa Tengah Selatan

I Ketut Jayada, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau – Ciujung – Cidurian (BBWS C3), menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung pembangunan Bendungan Karian. Pihak Kementerian PUPR berkomitmen untuk fokus pada operasi dan pemeliharaan agar manfaat bendungan ini dapat dirasakan secara optimal.

Teknologi juga turut dimanfaatkan dalam operasi bendungan ini, dengan kontrol pintu bendungan yang terpusat di Pusat Pengendalian Unit Pengelola Bendungan (UPB). Proses pemantauan tinggi muka air, debit masuk waduk, curah hujan, dan prediksi berdasarkan data harian menjadi bagian dari rutinitas operasional.

Sebagai langkah mendukung optimalisasi fungsi Bendungan Karian, Kementerian PUPR saat ini tengah berfokus pada tahap pembebasan lahan untuk pipa transmisi sepanjang 59 km. Harapannya, dengan percepatan pembangunan tersebut, manfaat dan fungsi bendungan dapat lebih optimal.

Meresmikan Bendungan Karian menjadi sebuah tonggak sejarah bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dengan manfaat yang melibatkan sektor pertanian, distribusi air baku, pengendalian banjir, dan energi terbarukan, proyek ini membuktikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (*/)

(RRY)

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...