National

Organda: BBM Naik, Tarif Angkutan Umum Pasti Menyesuaikan

Naiknya bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar bersubsidi, dan Pertamax dipastikan akan berdampak pada penyesuaian tarif angkutan umum. Hal tersebut diungkap Ketua Angkutan Penumpang DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda), Kurnia Lesani Adnan saat diwawancara Most Radio di program Drive Time, Senin (5/9/2022).

“Karena BBM ini kan rangkaian dari biaya operasional kendaraan. Di mana BBM ini berkisar 40-60 %. Kami mau tidak mau dengan berat hati harus menyesuaikan,” kata Sani.

Organda memprediksi penyesuaian tarif ada di kisaran 25-35%. Meski demikian semuanya tergantung dari jarak tempuh masing-masing angkutan umum tersebut.

“Jadi untuk jarak dekat dan menengah itu kisaran 20 – 30 %. Kalau untuk jarak jauh itu 25 – 35 % kenaikannya,” ujar Sani.

Lebih lanjut Organda tidak mempermasalahkan mengenai kenaikan harga BBM. Hanya saja yang patut menjadi perhatian adalah terkait kuota harian 200 L per hari yang dinilai perlu dikaji lebih lanjut.

“Jadi kaya bus kita yang beroperasi, contoh yang gampang lah Jakarta – Solo. Jam 7 pagi dia berangkat dari Jakarta diisi 200 L sampai sampai Solo jam 2, jam 3, jam 6 dia mau berangkat lagi ke Jakarta masih dalam 24 jam ngga bisa ngisi lagi. Ini kendala! … Jadi kita berharap pemerintah melepas kuota itu,” tutup Sani.

Sebagai informasi pada Sabtu (3/9/2022), pemerintah menaikkan harga BBM subsidi jenis Pertalite menjadi Rp10.000 per liter dari sebelumnya Rp7.650 per liter dan Solar naik dari Rp5.150 rupiah menjadi Rp6.800 per liter. Sementara untuk BBM nonsubsidi yakni Pertamax dinaikkan dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

#RAP

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...